BANGKA – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Bangka Belitung ( Babel ), menggelar rapat aksi daerah kelapa sawit berkelanjutan (RAD KSB) di Hotel Soll Marina, Bangka Tengah ( Bateng ), Jum’at (3/5/2024).

Kadis DPKP Bangka Belitung Edi Romdhoni mengatakan, rapat tersebut merupakan amanah peraturan terkait provinsi yang memiliki penghasilan kelapa sawit.
“Total ada 25 provinsi, ada mandatory untuk menyusun dan menerapkan RAD KSB. Karena ini mandatory harus selesai tahun ini, nanti bentuk outputnya peraturan gubernur,” ujar Edi Romdhoni.
Terkait RAD KSB yakni pembahasan untuk meningkatkan produksi kelapa sawit yang sesuai dengan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) atau produksi kelapa sawit yang terus berkelanjutan.
Edi menjelaskan penerapan ISPO ini dilakukan dikarenakan perdagangan internasional, mengharapkan prodak hasil dari kelapa sawit clear and clean.
“Apapun produknya sudah harus bisa menunjukkan, bahwa geografis dimana, ditanam di lahan apa dan semua harus jelas,” tuturnya.
Untuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ) terdapat 19 perusahaan yang sudah menerapkan ISPO, dari 53 perusahaan kelapa sawit yang ada.
Dari data DPKP Bangka Belitung, untuk jumlah perusahaan swasta kepemilikan luas areanya sebesar 55,92 persen atau 8,58 juta hektare.
Untuk perkebunan rakyat seluas 40,51 persen atau 6,21 juta hektare, sedangkan BUMN yakni 3,57 persen atau 0,55 juta hektare.
“Ini yang harus mendapatkan perhatian antara perusahaan swasta, dengan perkebunan rakyat harus kita ajak mendukung menuju ISPO,” katanya.
Selain itu, untuk luas area perkebunan sawit yang paling luas berada di Kabupaten Belitung Timur yakni 53,699 hektare, disusul oleh Kabupaten Bangka Barat 53,126 hektare dan paling sedikit Kabupaten Bangka Selatan 19.600 hektare luas perkebunan rakyat dan swasta.
“Keberlanjutan sustainable ini yang paling penting, keterterimaan sawit dan turunannya di pasar internasional sebagai produk itu sustainable bisa berkelanjutan dan tidak bermasalah. Lalu jaminan mutu dan keterlusuran, untuk produk primer kelapa saiwt CPO dan turunannya itu jelas,” ungkapnya. Rizky Irianda Pahlevy
Sumber: bangka.tribunnews.com